Dikasih rumah ini gak mau, semuanya nolak karna kumuh, tapi waktu dinding nya dirusakin baru semua pada rebutan

Sebuah video yang beredar di media sosial di China sangat mengagetkan warganet.  Pasalnya, video yang menjadi viral itu memperlihatkan tumpukan uang puluhan miliar tersembunyi di balik dinding sebuah apartemen.


Dalam video terlihat seorang polisi berpakaian sipil memeriksa tumpukan uang di balik dinding yang telah dijebol.

Tumpukan ikatan lembaran uang berwarna merah dan biru tampak memenuhi ruangan antar dinding.

Lembaran uang itu merupakan pecahan uang 50 Yuan (Rp100.000) dan 100 Yuan (Rp200.000).

Dilansir dari situs Shane, Senin (15/1/2018), video itu telah membuat warganet sibuk membicarakan teori konspirasi tentang keberadaan uang tersebut.


Salah satu teori yang beredar adalah uang itu ditemukan oleh pemilik apartemen yang baru saat merenovasinya.

Rumor yang beredar di Weibo, media sosial di China, uang itu ditemukan seorang wanita di balik dinding, setelah ia membeli apartemen bekas di Provinsi Heilongjiang.

Tumpukan uang disembunyikan di balik dinding.

Namun, menurut laporan situs The Beijing News, video itu direkam oleh polisi pada 10 dan 12 Januari 2018 lalu.



Saat itu, pihak kepolisian tengah menyelidiki kasus penipuan di distrik Ningjiang, Songyuan, di utara Provinsi Jilin, China.

Polisi telah menangkap empat orang, termasuk seorang pengacara, yang terlibat dalam kasus itu.

Dilaporkan tumpukan uang yang ditemukan itu berjumlah 64 juta Yuan (Rp128 miliar).

Sementara Central China Television melaporkan, penggerebekan itu terjadi di sebuah apartemen di distrik Ningjiang.

Hal itu dilakukan setelah petugas menerima sogokan sebuah perusahaan, yang disebut Shuang Fei.

Perusahaan itu menyuap beberapa pemberi hutang dan perusahaan kecil dengan harga rendah.

Namun kemudian, perusahaan itu tidak bisa membayar kembali hutang-hutangnya.

Polisi temukan tumpukan uang dibalik dinding apartemen.

Untuk menyelesaikan kasus tersebut, kepolisian Songyuan membentuk satu tim investigasi kriminal sejak 9 Januari 2018.

Lalu mereka memeriksa seorang pria bernama Wei, yang bekerja sebagai penasehat hukum perusahaan tersebut. ( tribunnews.com )
close
============> [ Close ] =============